THERE IS ALWAYS TWO SIDE OF A STORY

This town is colder now, I think it’s sick of us
It’s time to make our move— Stop and Stare One republic

Udah lama gue ga ngutak ngutik blog ini, mungkin karena dengan reality yang gue hadapin sekarang membuat gue jadi jauh dari yang namanya ngeblog, gue kangen banged cerita semua kegiatan gue, apa aja yang terjadi dalam hidup gue belakangan ini.. mungkin bener si one republic, musti stop and stare dulu kali ya..

ada beberapa hal yang membuat gue menyadari segala sesuatunya memang jauh jauh dari yang pernah gue harapin, tentang orang yang gue” pikir ” bisa diandalkan ternyata merupakan nol besar dalam hidup gue, tentang orang yang gue pikir bakal mengerti gue malah memperlakukan gue seperti kuman dalam hidupnya.

tapi yah itu yang mau gue bilang, i dont really care anymore, screw you all, kenapa sih orang yang gue coba untuk gue ngerttinn end-up jadi screw me??yah mungkin itulah hidup, ketika kita bergantung pada sesuatu yang kita pikir dapal kita andalkan, dan ternyata tidak. menjadi harapan tiap orang memang enggak gampang.

seorang anak baru saya mengakui bahwa dirinya sudah hamil 5 bulan lamanya, dan mencoba mendapatkan pengertian seorang ibu, yang didapatkan adalah, sang ibu menyuruhkan pergi ke raden saleh, untuk apa? yah menghilangkan apa yang dinamakan si aib, seorang anak kesayangan menghambur2kan uang orangtua untuk membeli segala sesuatunya, bolak balik orangtuanya mengeluarkan dari penjara, mengeluarkan dirinya dari hutang piutang, tapi sang anak tidak pernah mengerti, menurutnya itulah yang seharusnya orangtua lakukan untuk anaknya.

tragis sungguh tragis, ketika masing-masing orang berpegang kepada cerita masing-masing pihak, sulit sekali membuat pihak2 tersebut mendapatkan satu alur cerita yang benar, satu alur cerita yang jelas. kadang kita harus berhenti, berhenti untuk mencaritahu mengenai segala sesuatu tentang orang tersebut, dan hanya harus menerimanya, menerima dengan segala kekurangannya.

berhentilah menjadi seseorang yang ingin segala sesuatunya mengenai dirimu, dan mulainya untuk mengerti bahwa tiap orang memilfiki cerita masing-masing. dengan hal itu kita akan berbesar hati untuk menerimanya. bukankah kita semua memiliki alasan dalam melakukan sebuah tindakan, si anak tak tahu diuntung, datang dalam keadaan hamil, takut, adakah alasan dibalik semua itu?? pasti.. si anak yang selalu berpikir dia hebat, orangtuanya hebat, dan semua yang dilakukan adalah benar, adakah alasan dia menjadi seperti itu??

mungkin kita hanya harus stop and stare, inside all of us. and begin the new story of ” forgiven”… maybe we should forgive or forget… :)
to my best friend that i used to have….

Leave a Reply